Gaji Tukang Las Bawah Laut Ternyata Fantastis, Ini Nominalnya

Gaji Tukang Las Bawah Laut Ternyata Fantastis, Ini Nominalnya

Beherein.com – Tukang las bawah laut menjadi profesi yang masih asing di Indonesia. Padahal, gaji tukang las bawah laut ternyata fantastis. Nominalnya bisa mencapai Rp1 miliar setiap tahun.

Kamu bisa membayangkan profesi ini ketika beberapa waktu lalu beredar konten di Twitter bahwa jaringan Telkomsel yang lambat salah satunya disebabkan oleh kabel bawah laut mereka yang bermasalah. Nah, untuk memperbaikinya, butuh keahlian seorang tukang las bawah laut. 

Di Amerika Serikat, tukang las bawah laut rata-rata digaji 34 dolar per jam atau sekitar Rp488.000. Jika mereka bekerja delapan jam sehari, gajinya bisa menyentuh Rp78 juta per bulan dan Rp1 miliar per tahun. Penasaran bagaimana bisa berkarier di profesi ini?

Situs Konsultan Ketenagakerjaan Amerika Serikat, TWI menjelaskan tukang las bawah laut biasanya melakukan pengelasan basah atau wet welding dan pengelasan kering atau dry welding.

Baca Juga:
Kocak! Baru Juga Diresmikan, Kaesang Pangarep ‘Ancam’ Potong Gaji Gerard Artigas Gara-gara Ini

Ada pula istilah hyperbaric welding yang biasanya digunakan ketika mengacu pada pengelasan kering namun untuk pengelasan bawah air untuk lingkungan basah.

Keduanya adalah hal yang perlu dikuasai oleh tukang las bawah laut. Hyperbaric welding ditemukan pada tahun 1932 oleh ahli metalurgi Rusia, Konstantin Krenov dan sejak itu telah diaplikasikan di seluruh dunia, termasuk memperbaiki kapal, jaringan pipa, dan anjungan minyak lepas pantai. 

Seperti disebutkan di atas, ada dua jenis dasar pengelasan bawah air yakni pengelasan kering dan pengelasan basah. Dalam pengelasan kering, ruang hiperbarik disegel di sekitar struktur yang akan dilas.

Ruang kemudian diisi dengan gas (biasanya campuran oksigen dan helium) untuk mengeluarkan air dan menciptakan atmosfer kering untuk pengelasan yang akan dilakukan. Ruang perlu ditekan ke tingkat yang tepat untuk mencegah tukang las menderita penyakit dekompresi saat bekerja.

Pengelasan basah bergantung pada pelepasan gelembung gas di sekitar busur listrik untuk melindungi lasan dan mencegah listrik yang dihantarkan melalui air.

Baca Juga:
UMR Jogja Trending, Warganet Menangis Hitung Gaji Buat Masuk Candi Borobudur

Lapisan isolasi gelembung ini melindungi penyelam tetapi juga mengaburkan area pengelasan, sehingga lebih sulit untuk menyelesaikan pengelasan dengan benar.