alexametrics

Mbah Dim, Ulama Khos Nusantara Itu Telah Tutup Usia

Beherein.com- Mendung duka kembali memayungi Nahdlatul Ulama (NU) dan juga umat Islam di Indonesia. Jumat (10/6), sekitar pukul 01.13 WIB, salah seorang ulama khos di Ormas terbesar itu telah meninggal dunia. Yakni, KH Dimyati Rois, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

’’Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun, mohon maaf apabila semasa hidup Abah Saya melakukan kesalahan. Semoga amal ibadah beliau diterima…,” tulis Ning Lama’atus Sobah, salah seorang putri Mbah Dim, di akun Facebook.

Mbah Dim—panggilan akrab KH Dimyati Rois—wafat di Rumah Sakit Tlogorejo, di usia 77 tahun. Ulama kharismatik lahir di Tegal Glagah Bulukamba, Brebes, Jawa Tengah, pada 5 Juni 1945. Beliau melepas masa lajangnya pada 1978 dengan mempersunting Nyai Hj Tho’ah, putri tunggal KH Ibadullah dan Hj Fatimah. Dari pernikahannya dikaruniai 10 anak.

Almarhum merupakan mustasyar PBNU, yang juga ketua Dewan Syura DPP PKB. Pada Muktamar NU ke-34 di Bandar Lampung Desember 2021 lalu, almarhum merupakan salah seorang dari 9 anggota ahluil halli wal aqdi (AHWA). Sembilan ulama pilihan untuk menetapkan Rais Aam, jabatan tertinggi di NU. Demikian juga di muktamar ke-33, Jombang, 2015.

Kepergian Mbah Dim begitu cepat tersiar melalui grup-grup WhatsApp. Ucapan duka cita pun mengalir dari banyak kalangan.

Mbah Dim adalah pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fadlu wal Fadilah yang didirikannya di Kp. Djagalan, Kutoharjo, Kaliwungu, pada 1985. Selama hidup, beliau nyantri di berbagai pesantren. Di antaranya, Ponpes Lirboyo dan APIK Kaliwungu. Karena kehebatan yang dimiliki, belia diambil menantu KH Ibadullah Irfan, sesepuh dan tokoh masyarakat Kaliwungu.