10
Salvador Ramos Dikenal Sebagai Pelaku Penembakan Brutal, Hingga Saat Ini Motifnya Belum Terungkap

Salvador Ramos Dikenal Sebagai Pelaku Penembakan Brutal, Hingga Saat Ini Motifnya Belum Terungkap

Eva Mireles mungkin tidak menyangka Selasa (24/5) menjadi hari terakhir pendidikannya. Dia dan seorang guru lainnya, Irma Garcia, tewas dalam penembakan di Sekolah Dasar Robb di Uvalde, Texas, AS. Penembakan itu terjadi pada pukul 11:32 waktu setempat.

Dipastikan bahwa total 22 orang tewas dalam insiden ini. Yakni, 19 siswa kelas empat, dua guru, dan seorang pelaku bernama Salvador Ramos. Puluhan mahasiswa lainnya terluka. Hingga Rabu (25/5), tes DNA hanya mengidentifikasi dua guru dan beberapa siswa. Polisi belum mengungkapkan nama-nama para korban.

’’Pelaku melakukan kejahatan keji ini sendirian,’’ ujar Kepala Polisi Distrik Sekolah Independen Uvalde Pete Arredondo seperti dikutip

Begitu informasi penembakan itu tersebar, para orang tua berdatangan ke sekolah maupun rumah sakit. Mereka menanti dengan ketidakpastian. Salah satunya Ryan Ramirez, wali murid kelas 4. ’’Saya tidak diberi informasi apa pun (tentang penembakan, Red),’’ ujarnya panik.

CNN mengungkapkan bahwa Ramos tinggal bersama neneknya. Pagi itu mereka berdua bertengkar karena Ramos tak lulus sekolah. Remaja 18 tahun tersebut lalu menembak neneknya. Sang nenek dilarikan ke rumah sakit oleh tetangganya dalam kondisi kritis. Sementara itu, Ramos pergi mengendarai mobil dan menabrak area di dekat SD Robb.

Ramos masuk ke SD tersebut dan menembaki siapa saja yang dilihatnya. Dia lalu masuk ke kelas 4 dan mengunci diri di dalamnya serta menembaki guru dan siswa di dalam kelas. Pada pukul 13.06, polisi berhasil memasuki kelas tempat Ramos mengunci diri dan menembaknya. Remaja yang bersekolah di Uvalde High School tersebut ditembak mati.

Motif tindakan Ramos tidak diketahui. Namun, salah seorang teman Ramos yang tak mau diungkap namanya menyatakan bahwa dia sudah bermasalah sejak kecil. Ibunya diduga pecandu narkoba. Ramos kerap dirundung di sekolahnya karena dianggap gagap, cadel, dan miskin.

Ramos juga jarang masuk sekolah. Dia kerap memakai baju hitam, sepatu bot tentara, dan mulai memanjangkan rambut. Ramos yang bekerja sambilan di Wendy’s dikenal senang bermain game penembakan dan pertempuran Call of Duty. Pada ulang tahunnya yang ke-18, beberapa hari sebelum penembakan, dia membeli senjata serbu AR-15.

Presiden AS Joe Biden berduka atas tragedi itu. ’’Sebagai sebuah bangsa, kapan kita akan melawan lobi senjata? Kapan kita akan melakukan semua yang bisa dilakukan?’’ ujar Biden dalam pidatonya. Partai Demokrat selama ini getol mengusung RUU untuk memperketat aturan jual beli senjata. Namun, terganjal proses di Senat.

SEJUMLAH INSIDEN PENEMBAKAN MASSAL DI AS

15 Mei 2022: David Chou, 68, menembaki jemaat di Irvine Taiwanese Presbyterian Church, Orange County. Satu orang tewas dan 5 lainnya luka. Motifnya kebencian pada orang Taiwan.

14 Mei 2022: Pria kulit putih Payton S. Gendron menembaki orang-orang kulit hitam di toko Tops Friendly Markets di Buffalo, New York. Sepuluh orang tewas dan 3 lainnya luka. Pelaku yang masih 18 tahun berhasil ditangkap.

23 April 2022: Raymond Spencer, 23, menembaki orang-orang di Edmund Burke School secara acak. Empat orang luka-luka. Pelaku bunuh diri.

12 April 2002: Serangan penembakan dan bom asap di kereta N di New York City Subway, Sunset Park, Brooklyn, New York. Pelakunya Frank Robert James, pria kulit hitam berusia 62 tahun. Dia ditangkap keesokan harinya. Sebanyak 23 orang mengalami luka-luka.

 

5 Februari 2022: Kevin Milazzo menembak 7 orang di Texas, 5 di antaranya tewas. Korban adalah 2 orang putranya, putra mantan kekasihnya, ibunya, serta ayah tirinya. Pelaku akhirnya bunuh diri setelah terkepung.