18
Aksi Puan Maharani Yang Matika Mic Kembali Saat Rapat

Aksi Puan Maharani Yang Matika Mic Kembali Saat Rapat

Puan Maharani, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, diduga mematikan mikrofon atau mikrofon anggota dewan lagi saat menyampaikan interupsi dalam rapat paripurna sidang V 2022-2023 pada Selasa, 24 Mei 2022. I memiliki. kemarin.

Terkait hal itu, Sekjen DPR RI Indra Iskandar mengatakan, peristiwa pembungkaman anggota DPR dari Fraksi PKS Amin AK dalam rapat paripurna kemarin bukanlah kesengajaan. Saya menegaskan bahwa tidak ada hal seperti itu. Oleh Puan Maharani.

Indra menjelaskan mikrofon yang digunakan anggota DPR RI di Ruang Sidang Paripurna Gedung Nusanta La I ini disetel otomatis mati setelah benar-benar dinyalakan selama 5 menit.

“Jadi setelah dipencet, mik akan menyala, untuk kemudian akan mati secara otomatis setelah lima menit,” kata Indra dalam keterangan tertulis, Rabu (25/5/2022).

Indra memastikan, pengaturan itu sesuai dengan batas maksimal waktu bicara yang diberikan kepada anggota DPR, selagi pembatasan durasi sidang paripurna di masa pandemi Covid-19.

Selain itu, pengaturan mikrofon mati secara otomatis ini sudah sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Tata Tertib (Tatib) Anggota Pasal 256 ayat 6. Dalam pasal itu, diatur setiap anggota diizinkan bicara dan menyampaikan pertanyaan maksimal lima menit.

“Mic itu diatur berdasarkan Tatib ini pasal 256 ayat 6, lima menit otomatis mati. Jadi itu memang batasnya itu ada di dalam Tatib,” jelas Indra.

Indra berharap, klarifikasi yang diberikannya dapat menjawab dugaan sumir tentang insiden matinya mikrofon kemarin. Sebab, Indra meyakini mik yang mati otomatis sejatinya bisa langsung dinyalakan kembali.

“Toh kemarin interupsi tetap berlangsung tapi setiap lima menit dengan sendirinya mik akan mati. Mik tersebut juga bisa dinyalakan kembali setelah mati otomatis. Kan terdengar Pak Amin bisa menyalakan kembali miknya setelah mati sebentar,” ungkap Indra.

Sebagai informasi, batas waktu maksimal Sidang Paripurna DPR RI selama masa pandemi Covid-19 adalah 2 jam 30 menit. Karenanya, Pimpinan DPR yang betugas memimpin sidang, bertanggung jawab untuk sebisa mungkin tidak menabrak batas waktu tersebut.

“Kalau sidang paripurna kemarin kan bahkan sudah 3 jam, artinya sudah lebih 30 menit dari ketentuan, sehingga ada keharusan pimpinan sidang untuk segera menutup sidang,” kata Indra.

Soal interupsi di sidang paripurna, terhadap anggota DPR RI diberi kesempatan menyampaikan pendapat yang sesuai dengan agenda sidang paripurna yang sedang berjalan.

“Jadi tidak benar kalau ada Pimpinan DPR yang mematikan mic,” Indra menutup.

Sebelumnya, aksi Ketua DPR Puan Maharani mematikan mikrofon anggota dewan bernama Benny K Harman saat rapat RUU Cipta Kerja (Ciptaker) menjadi sorotan.

Dalam kesempatan lain, Puan pun blak-blakan mengungkap alasan dirinya mematikan microfon Benny saat rapat RUU Cipta Kerja. Hal itu disampaikan saat mendapat pertanyaan dari Boy William yang berkesempatan menelusuri Gedung DPR RI.

“Ketua DPR, aku punya pertanyaan, itu kemarin kenapa kasus mic tiba-tiba bisa mati? Kok mati sih, Bu?” tanya Boy William di YouTube-nya yang diunggah pada Kamis (12/11/2020).

Mendapat pertanyaan itu, Puan Maharani menjelaskan bahwa dirinya sebagai pimpinan DPR memiliki otoritas untuk mengatur para anggotanya agar rapat berjalan dengan baik dan benar. Sehingga semua berkesempatan menggunakan hak bicaranya.

“Jadi kalau satu orang itu sudah diberi kesempatan bicara, harusnya kemudian tidak mengulang lagi bicara, tapi memberi kesempatan pada yang lain untuk berbicara,” jelasnya.

“Dan kalau di floor itu lagi berbicara, di atas situ enggak bisa ngomong karena otomatis, itu aturannya. Jadi enggak bisa kalau ini (mikrofonnya) bunyi, ini bunyi, cuma satu yang bisa ngomong, dia kedip-kedip terus, gitu,” sambung Puan.